Pelti Lampung lakukan penjaringan atlet di 15 kabupaten/kota menuju PON
BANDARLAMPUNG – Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Lampung, Rycko Menoza SZP, melakukan penguatan organisasi di tingkat daerah guna menjaring atlet-atlet potensial untuk mewakili Provinsi Lampung pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Rycko, yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi VII DPR RI, menyampaikan bahwa selama satu tahun kepengurusannya, Pelti Lampung fokus pada aktivasi pengurus di tingkat kabupaten dan kota. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebagai jenjang sebelum kompetisi nasional.
“Hingga saat ini, dari 15 kabupaten dan kota di Lampung, sudah terbentuk 10 kepengurusan daerah. Jumlah ini telah memenuhi syarat bagi cabang olahraga tenis untuk dapat dipertandingkan dalam Porprov mendatang,” ujar Rycko Menoza di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas lapangan tenis yang setidaknya tersedia satu di setiap kabupaten/kota harus dimanfaatkan secara maksimal melalui penyelenggaraan kompetisi rutin. Intensitas pertandingan dinilai menjadi kunci utama dalam menemukan bibit-bibit pemain baru yang kompetitif.
Pelti Lampung Targetkan Penjaringan Atlet di 15 Kabupaten/Kota Menuju PON (ANTARA/Emir F. Saputra)
Pemberdayaan klub dan kendala fasilitas
Dalam upaya penjaringan atlet, Rycko juga menekankan pentingnya sinergi dengan klub-klub tenis yang dikelola oleh para mantan pemain profesional. Menurutnya, klub-klub tersebut berperan besar dalam melatih dan menumbuhkan atlet secara berkelanjutan.
“Kita ingin menjaring klub-klub yang tergabung di bawah Pelti agar mereka bisa terus berkompetisi. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan atlet yang kualitasnya terus bertumbuh setiap waktunya,” tambahnya.
Meski memiliki visi besar, Rycko mengakui bahwa saat ini Pengprov Pelti Lampung masih terkendala karena belum memiliki fasilitas lapangan atau markas pusat (base) sendiri. Sebagai solusi, pihaknya telah bersurat secara resmi kepada Panglima Kodam terkait permohonan penggunaan aset lapangan tenis, termasuk yang berada di Jalan Jodhput.
“Kami berharap mendapat jawaban positif dan dukungan dari KONI serta Gubernur Lampung agar aset tersebut bisa dijadikan markas pusat latihan dan pertandingan bagi Pelti Lampung ke depannya,” pungkas Rycko.
