Lampung – Antrian panjang yang kerap mengular di SPBU 24.353.57 di Jl.Insinyur Sutami Kali Asin Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan disinyalir oknum petugas SPBU buka Jalur kendaraan pelangsir dengan imbalan suap Rp 7000 sekali pengisian.
Tak sedikit warga yang kerap mengantri pulang dengan tangki kosong, karena sering habis diduga oleh para pelansir. Terlebih untuk bahan bakar minyak jenis Solar.
Salah satu warga sekitar, Antoni mengatakan bahan bakar yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil banyak dimanfaatkan oleh oknum pelansir yang kerap melakukan pengisian secara berulang dengan menggunakan barcode siluman .
“Kendaraan yang digunakan pun amat terlihat ,rata – rata kendaraan besar jenis Fuso Espidisi dengan modus pengisian BBM solar di kuras kembali di tengki standar lalu kembali antri.
Warga bahkan menyebut ,praktik Pelangsir pengisian BBM solar bersubsidi itu diduga dilakukan dengan modus kerjasama antara oknum pihak SPBU dengan pelaku Pelangsir dengan memberikan suap pelicin Rp 7000 Sekali pengisian bagi kendaraan Pelangsir solar subsidi.
Dari informasi yang di peroleh para Pelangsir kendaraan BBM subsidi biaya pelicin sebanyak Rp 7000 tersebut mereka berikan kepada salah satu petugas SPBU bernama Tugiman .
Hingga berita ini di turunkan belum adanya Konfirmasi terkait dugaan tersebut.(Red)
Diteruskan Berita Terkait
Penimbunan BBM di Lampung Pertamina Buka Suara soal Penyalahgunaan 2.500 Liter Solar Subsidi Yang Diduga Didapat Dari Ngelangsir di SPBU 24.358.57 Kali Asin
Lima Kendaraan Pelangsir BBM Subsidi Yang Diungkap Polresta, Diduga Melibatkan Oknum TNI Insial AG Selaku Pemodal dan Pemilik Gudang Penimbunan Di Wilayah Baypas Jl Soekarno Hatta