Tulang Bawang – Praktik penimbunan solar bersubsidi dari SPBU untuk dijual kembali ke sektor industri merupakan tindakan ilegal yang melanggar hukum dan merugikan keuangan negara serta masyarakat.
Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis Solar di Kecamatan Menggala Tulang Bawang kian menjadi sorotan , muncul fakta – fakta baru yang beredar , adanya yang diduga dijadikan tempat tempat Penimbunan BBM solar bersubsidi di Jl.Lintas Simpang ,Unit VII Gedung Aji ,Menggala sebelum dipasok ke sektor industri , terendus dugaan bahwa BBM subsidi jenis solar tersebut berasal dari SPBU Codo 23.346.26 Menggala dibawah naungan PT . Hermansyah.TB .
Informasi tersebut diperoleh dari salah satu sumber media inisial FR warga Gedung Aji yang mengaku mengetahui aktivitas distribusi BBM subsidi itu menyebut SPBU Codo 23.346.26 Menggala yang diketahui milik Herman TB diduga menjadi salah satu titik pengisian solar subsidi yang kemudian di timbun terlebih dahulu di sebuah gudang Penimbunan BBM subsidi yang berada tidak jauh dari lokasi SPBU kemudian dialihkan ke luar peruntukannya.
“Menurut Warga insial FR , BBM Solar Bersubsidi yang ada di SPBU Codo 23.346.26 Menggala,kerap dimuat oleh kendaraan yang diduga Pelangsir gunakan tengki modifikasi lalu di timbun di s buah gudang Penimbunan BBM ilegal yang berada di belakang SPBU tersebut. Ucap FR
Dari hasil penelusuran wartawan pada Rabu (9/9/2026) aktifitas gudang penimbunan BBM subsidi terindikasi jaringan sindikat mafia BBM subsidi tersebut merupakan bagian dari rantai bisnis gelap mafia migas yang melibatkan oknum orang penting SPBU tersebut.
Hasil penelusuran Wartawan , terendus aktor intelektual pemilik gudang dugaan Penimbunan BBM bersubsidi jenis solar dari SPBU 23.346.26 Menggala tersebut kerap di panggil Ibey (sapaan sehari – hari) yang diketahui masih memiliki ikatan saudara dekat Mantu dari Direktur SPBU 23.346.26 Menggala bernama Karnel (Adik Kandung ) Herman TB .
“Pemilik gudang Penimbunan tersebut bernama Ibey mantu dari direktur SPBU 23.346.26 Menggala tersebut yang bernama Karnel beliau adik kandung dari bapak Herman TB mas .bebernya kepada wartawan
Lanjut FR kepada wartawan jelaskan, solar bahwa aktifitas kendaraan Pelangsir BBM solar subsidi melakukan aktivitas nya pada malam hari dan di pagi harinya yang saya ketahui itu untuk yang jaga sebagai keamanannya mereka dibekingi oknum TNI – AD insial YG yang saya ketahui itu orang Intel dari Kodam 2 Bukit Barisan yang di pakai untuk keamanannya.tutupnya (9/9/2026)
Tambahnya FR meminta aparat penegak hukum mengusut seluruh rantai distribusi yang diduga terlibat, mulai dari aktor utama intelektual nya , pengangkutnya BBM subsidi nya , hingga pihak SPBU yang diduga adanya keterlibatan dalam bisnis ilegal tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dan hak jawab dari pengelola SPBU tersebut dan pihak Pertamina Patra Niaga, serta pihak terkait lainnya.
Bersambung
Diteruskan Berita Terkait
Tumpeng Kebersamaan Iringi Hari Bhayangkara ke-80, Forkopimcam Natar Teguhkan Sinergi Melayani Masyarakat