Metro – Suara-suara sumbang terdengar dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro Jl.Ahmad Yani .Iringmulyo , Kecamatan Metro Timor .Diduga adanya praktik pungutan liar (pungli) yang tumbuh subur tanpa terdeteksi mulai mencuat ke permukaan.
“Salah satu keluarga binaan insial KK yang belum lama ini bebas mengungkapkan praktik pungli di dalam lapas metro seakan sudah menjadi darah daging oknum – oknum yang bertugas ,dari biaya pindah – pindah blok dan biaya sewa bulanan pegang hp hingga modus pemindahan WBK ke lapas yang lebih jauh dijangkau keluarga untuk menjenguk pun kerap menjadi senjata ampuh untuk Raup sejumlah uang dari para narapidana sampai hak narapidana pun dapat di kelola oleh oknum – oknum petugas menjadi praktik pungli .
Dari informasi yang di peroleh salah satu wbp insial KK beberkan kepada wartawan ,bahwa sejak pertama kali dirinya di pindahkan ke Lapas Metro yang sebelumnya di Rutan Way Hui Bandar Lampung “sejak awal masuk hingga keluar bebas Pembebasan Bersyarat (PB) seakan tak hentinya pungutan pungli yang diduga mengalir deras ke sejumlah oknum petugas Lapas Metro .
Para narapidana mengungkapkan bahwa praktik haram ini seolah menjadi “aturan tak tertulis” yang menyasar hampir seluruh warga binaan. Mereka yang baru memasuki masa pengenalan lingkungan (MAPENALING) atau yang baru dipindahkan dari lapas lain menjadi target utama.
Awal menginjakan kaki ke lapas metro .saat memasuki masa pengenalan lingkungan (MAPENALING ) Bagi warga binaan yang tidak memiliki uang mereka harus hidup dalam penekanan dikurung dalam. satu sel berukuran tidak terlalu besar di kumpulkan banyak WBP yang baru di datang dari Lapas Lain hingga disinyalir sengaja dibuat agar para napi berdesak – desakan sehingga dapat meminta keluar pindah ke Blok Napi lebih cepat dengan mengeluarkan pelicin yang kerap di sebut biaya beli kamar blok .namun napi yang tidak memiliki biaya harus menjalani hari – harinya cukup lama tanpa di buka kan pintu untuk hirup udara diluar sel .
“Setelah sampai di blok WBP ternyata masih ada lagi biaya yang harus di keluarkan seperti biaya sewa HP setiap Minggunya hingga terdapat jual beli kamar blok .jadi jika kamar blok yang tidak ada kontribusi nya ke petugas blok kamar selalu dikunci setiap harinya hanya seminggu sekali atau 2 kali namun bagi kamar blok yang selalu memberikan kontribusi setiap hari pagi dan siang usai pergantian piket dibukan kunci setiap harinya .benernya .
Parahnya lagi yang terjadi pada diri saya sendiri berkali kali nama saya ingin di pindahkan ke Lapas lain sementara saya tinggal menunggu hasil proses pengajuan bebas bersyarat saja . akhirnya karena saya takut nanti nya ada problem lagi jika saya pindah ke lapas lain akhirnya keluarga saya mengeluarkan biaya lagi kalau gak salah sekitar 1.5 agar tidak di pindahkan .
Saat pengurusan Pembebasan bersyarat itupun saya dikenakan biaya lagi sekitar 2.5 juta untuk pengurusan nya namun hingga berlarut – larut tak ada kabar tentang proses berjalannya pengajuan PB yang telah saya ajukan padahal kawan – kawan yang barengan saya dan putusan yang sama sudah bebas dengan program PB .
Sampai hampir putus asa dan tidak berharap pengajuan pengajuan PB lagi karena hanya di janjikan saja namun tidak keluar – keluar dan kembali lagi harus mengeluarkan uang kembali agar dapat berjalan .
Hingga hari kebebasan itu pun tiba pada tanggal 25/5/2026 kemarin dan harus menyediakan sejumlah uang kembali untuk kebebasannya sebesar 2.5 mungkin jika tidak disediakan uang tersebut sk kebebasan di tahan oleh pihak Lapas Metro .keluhan keluarga Wbp kepada wartawan (27/5/2026)
Hingga berita ini diturunkan belum adanya konfirmasi terkait dugaan pungli tersebut.(Red)
